Review Film Materialists (2025): Celine Song Coba KomRom

0
209
Review Film Materialists (2025): Celine Song Coba KomRom

Usai menggebrak dalam debutnya, Past Lives (2023), sineas Celine Song langsung kembali dengan komedi roman, Materialists (2025). Kini, ia mendapat bujet lebih besar dengan aktris-aktor kawakan seperti, Dakota Johnson, Chris Evans, hingga Pedro Pascal. Filmnya pun menjadi lebih populer.

Lucy (Johnson) bekerja sebagai mak comblang modern untuk sebuah perusahaan elit di New York. Dalam salah satu pernikahan kedua kliennya, ia bertemu dengan Harry (Pascal) yang ingin ia gaet sebagai klien barunya. Namun, Harry justru lebih tertarik dengan Lucy dan ingin mengajaknya kencan. Tiba-tiba Lucy ditawari minuman favoritnya oleh John (Evans), yang kita tahu ialah mantan kekasih Lucy.

Cerita terungkap kepada masa lalu Lucy dan John yang kerap bertengkar. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan John untuk memberikan kondisi finansial bagi Lucy yang materialistis atau “matre”. Kilas balik ini penting untuk menjelaskan alasan Lucy bisa menerima Harry, walaupun keduanya sempat berdebat karena Lucy takmerasa dirinya pantas untuk Harry yang dianggap “unicorn”: sosok sempurna bagi para pencari jodoh.

Song menciptakan karakter yang menarik dalam diri Lucy, sosok mak comblang yang justru jomblo dan merasa dirinya takpantas untuk menjalin hubungan dan menerima cinta dari orang lain. Sayangnya, masalah ini tidak pernah menjadi masalah besar dalam film ini. Awalnya kita melihat perselisihan antara Lucy saat Harry ingin menjadi kekasihnya. Namun, perselisihan ini dengan mudah diselesaikan.

Di perselisihan kedua antara Lucy dan John yang harusnya menjadi klimaks pun rasanya kurang terasa emosional, sebab adegan film justru berubah fokus ke masalah pekerjaan Lucy. Walau resolusinya manis, tetapi penonton kurang merasa ikatan kuat antara Lucy dan John sepanjang film. Kita justru lebih merasakan adanya ikatan lebih kuat antara Lucy dan Harry, walaupun resolusi yang diberi Song mengungkap bahwa mereka ternyata takmemiliki perasaan untuk satu sama lain.

Dalam pergolakan diri Lucy sebagai mak comblang, ia pernah mengatakan ke kliennya bahwa tidak realistis untuk memberikan seabrek kriteria. Sebab ia hadir untuk mencari jodoh seorang manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan, bukan menciptakan robot sempurna. Harusnya, ini jadi titik balik bagi Lucy untuk merefleksikan dirinya dalam hal percintaan, tetapi momen ini tidak dikaitkan dengan kehidupan sang karakter utamanya.

Padahal, pada akhirnya Lucy menyadari bahwa cinta takterlahir dari kesesuaian dalam hal materiil bagi kedua pihak. Dalam akhiran yang dapat ditebak, Lucy akhirnya menerima John kembali dengan segala kekurangannya dalam segi ekonomi. Akhirannya pun dibuat komikal dan utopis, sesuai dengan harapan kita.

Mungkin, inilah unsur komedi dalam roman yang terus dipasarkan Song dalam perkenalan film ini. Dengan aktor besar, ia merambah ranah populer yang berbanding terbalik dari debutnya, Past Lives, yang dianggap film serius dan segmentif. Sayangnya, usahanya untuk lebih populer ini justru membuat Song gagal dalam menghidupkan karakter-karakternya. Fatalnya lagi, ia gagal dalam menciptakan kemistri kuat antarkarakter utamanya.

Dalam eksekusinya, Song mungkin belum mahir dalam mencampurkan komedi dalam romannya. Namun, takbisa dimungkiri bahwa Song merupakan penulis skenario andal. Walaupun resolusinya terkesan mudah, percakapan Lucy dan Harry tentang perwujudan hal materialistis dalam merasionalkan cinta pun selalu memikat. Karakter Harry juga terungkap dulunya memiliki kekurangan materiil yang menarik.

Momen terbesar dan teremosional di film ini justru bukan dari percintaannya, tetapi dari pergolakkan Lucy saat ada masalah besar dalam pekerjaannya. Lagi-lagi, disayangkan sebab minimnya keterkaitan masalah pekerjaan ini terhadap kehidupan percintaan Lucy sendiri.

Materialists (2025) sebenarnya menyodorkan banyak hal menarik seputar percintaan dalam usia yang taklagi muda. Menjadi materialistis merupakan pilihan rasional untuk keberlangsungan hidup, tetapi cinta bukanlah hal rasional dalam dunia komedi roman. Banyak gagasan yang menarik dalam hal percintaan, tetapi percobaan  untuk menjadikan film ini komedik dan mencapai hal utopis justru mempersulit Song.

Infografik Review Film Materialists (2025): Celine Song Coba KomRom

Baca juga: Past Lives (2023) – Daya Pukau Masa Lampau

Penulis: Muhammad Reza Fadillah
Penyunting: Farhan Iskandarsyah