It Follows (2014): Seks Sebagai Medium Pembebasan Diri

0
95
It Follows (2014): Seks Sebagai Medium Pelepasan Diri

Menelaah sosok It yang dimaksud David Robert Mitchell dalam It Follows memang menarik. Pasalnya, sosok ini terus menguntit orang yang terinfeksi dengan transmisi lewat hubungan seks. Seks dalam film ini dapat dilihat sebagai medium pelepasan diri dari ketakutan yang terus mengejar.

Pertama kali sosok It diperkenalkan oleh Hugh (Jake Weary) setelah ia menawan Jay (Maika Monroe), perempuan yang menjadi karakter utama, usai mereka berhubungan seks. Jay pun melihat sosok wanita telanjang yang berjalan mendekatinya. Ditemani dengan dialog Hugh, dijelaskan sosok tersebut secara tergesa-gesa.. Menurut Hugh, Jay akan diikuti terus oleh It yang dapat bersosok apa pun untuk mengacaukan psikis yang diikuti.

Terdapat sosok yang berjalan telanjang bulat dengan tenang pada tengah malam merupakan keabsurdan yang luar biasa. Anomali seperti ini hanya dapat kita temui dalam mimpi saja atau saat kita memiliki penyakit skizofernia. Kejanggalan luar biasa ini menghancurkan psikis Jay yang baru saja bergembira usai kencan dan seks.

Usai kejadian absurd malam itu, Jay bangun dari tidurnya, lalu berdiri di depan cermin dengan muka yang sangat suram. Di depan cermin tersebut, Jay melihat bayangan dirinya, lalu melihat ke balik celana dalamnya. Dalam adegan ini mungkin Jay sedang mengira-ngira dengan sedikit harapa bahwa kejadian semalam hanyalah mimpi yang sangat buruk.

Nyatanya tidak, Jay bersekolah dan melihat anomali lainnya. Dari jendela kelas, ia melihat sosok perempuan tua yang terlihat berjalan ringkih memakai piyama. Jay kabur ke koridor sekolah dan melihat jelas sosok tersebut mendekatinya tanpa orang lain di sekitarnya yang dapat melihat sosok tersebut. Mungkin inilah wujud mimpi buruk yang sebenarnya: kegilaan dan ketakutan yang dialami merupakan kenyataan.

Lebih mengerikan lagi, Jay tidak bisa menjelaskan kepada orang lain kegilaan yang dialaminya. Ia sedang berada di antara dua alam, normal dan abnormal atau mungkin realitas dan mimpi. Tindakannya selanjutnya akan menentukan ke arah mana alam yang akan ia pilih.

Sosok-Sosok yang Semakin Mengambangkan Realitas dan Absurditas

Setelah menjelaskan kegilaan yang dialaminya kepada saudaranya dan teman-teman dekatnya, bisa dibilang kerabat Jay, mereka berkumpul untuk melindunginya. Namun, sosok It kembali datang dalam wujud yang sangat menggelisahkan. Makhluk itu tampil sebagai perempuan muda yang seakan korban dari pemerkosaan dan kekerasan. Dibandingkan dengananomali yang ditampilkan dalam dua sosok It sebelumnya, sosok ini sempurna untuk menyerang Jay yang baru saja mengalami kejadian serupa.

Usai bertemu sosok tersebut di dapurnya, Jay kabur ke atas, ke kamarnya, lalu mengunci diri. Kerabatnya menggedor-gedor pintunya dan akhirnya dibiarkan masuk. Saat salah satunya diminta Jay mengecek dapur untuk melihat It, ia kembali dengan sesosok pria tinggi besar mencoba masuk ke kamar Jay. Sosok besar di ruang sempit serasa seperti klaustrofobia, Jay berada di titik dirinya terperangkap dan sulit mencari jalan keluar.

Pertemuan kembali dengan Hugh meyakinkan Jay untuk pergi menjauh. Bersama kerabatnya, Jay pergi ke danau. Taklama menetap, Jay diganggu oleh It yang kali ini bersosok seperti Yara (Olivia Luccardi), salah satu kerabat yang merupakan teman sejak kecilnya. Sosok ini semakin dekat dengan kehidupan Jay serta menegaskan sulitnya kabur dari kejaran It.

Hal menarik ialah sosok yang tampil setelah itu. Saat Jay mengunci dirinya di dalam gudang perahu, sosok It tampil dengan mengintip dari celah pintu yang dirusak Greg (Daniel Zovatto). Sosok tersebut menyerupai bocah lelaki yang sering mengintip Jay. Setelah ini, sosok yang tampil ialah sosok wanita yang tewas pada awal film. Uniknya, ia tewas di pinggir danau, serupa dengan lokasi Jay sekarang.

Jay pun mulai memikirkan cara kedua untuk menghindar dari It, yaitu berhubungan seks. Ia memilih Greg yang terlihat cuek dan bisa dengan mudah berhuhungan dengan wanita lainnya. Ketidakpedulian Greg justru membuatnya mudah diserang. It datang ke rumahnya dalam sosok diri Greg sendiri dan mengetuk kamarnya dengan rupa ibunya yang setengah telanjang, seakan ingin merayu anaknya sendiri. Greg pun mati sambil digesek-gesek kemaluannya oleh It.

Jalan terakhir untuk menuntaskan teror It ialah menghadapinya. Selagi pergi dari rumahnya, di atap rumah Jay menunggu sosok It yang seperti eksibisionis, tampil dengan tubuh lelaki paruh baya telanjang bulat. Kolam renang umum pun dipilih agar bisa menjebak dan menyetrum sosok It di dalam air.

Sosok terakhir yang tampil nyatanya sosok yang begitu ditakuti Jay sehingga ia takingin memberi tahu teman-temannya. Sosok tersebut serupa dengan lelaki yang berada di foto di cermin kamar Jay. Hal ini terlihat pada awal film, saat Jay berdandan sebelum bertemu Hugh. Dalam foto tersebut, terlihat pria itu bersama perempuan kecil yang kita duga itu Jay. Jadi, lelaki tersebut kemungkinan besar ayah Jay.

Alasan It menggunakan sosok ayah Jay mungkin membuat perempuan tersebut berpikir dua kali untuk membunuhnya. Sepanjang film, kita tidak pernah melihat ayah Jay, jadi kemungkinannya lelaki tersebut sudah meninggal. Pasalnya, foto tersebut menampilkan sosok Jay kecil. Jika anaknya sampai memasang fotonya di cermin kamarnya, mungkin ayah Jay sosok yang patut dikenang dan mati tragis. Memberi tahu bahwa It menggunakan sosok ayah Jay tentu akan membuat adiknya yang berada di sana, Kelly (Lili Sepe) terganggu.

Interpretasi Sang Sutradara

Kita bisa menelaah jauh tentang hal yang ingin direpresentasikan sosok It. Namun, jawaban paling simpel bisa diraih dari pendapat sang sutradara, David Robert Mitchell. Bagi Mitchell saat diwawancarai oleh Digital Spy, baginya sosok It dalam It Follows merupakan “logika mimpi dalam sisi mereka berada dalam mimpi buruk. Lalu, saat kau berada dalam mimpi buruk, takada jalan keluar. Bahkan, saat kau sudah berusaha.”

Jika yang terjadi dalam It Follows layaknya mimpi buruk yang menjadi kenyataan, sosok It merupakan rekaman memori dari orang-orang yang pernah kita temui yang kerap hadir dalam mimpi. Sesuai dengan pernyataan Sigmund Freud dalam The Interpretations of Dream (1899), bahwa setiap mimpi memiliki titik koneksi terhadap pengalaman pada hari sebelumnya. Hanya saja, dalam konteks ini, kita berada di dalam mimpi yang sangat buruk.

“Ide dasar dari diikuti oleh sesuatu yang seperti orang lain, yang sangat lambat dan terus mendekat, datang dari mimpi buruk yang terus kumiliki saat aku kecil. Lalu, saat dewasa, aku menamkan aspek seksual untuk menularkan hal buruk ini,” begitulah pernyataan Mitchell mengenai transmisi seksual dalam film ini.

Kala kita berhubungan seks, ada bagian dari diri kita yang menyatu dengan orang lain. Seiring dengan itu, emosi kita mulai berbagi, ada perasaan senang atau kesedihan yang tercampur, bahkan penyakit pun dapat tertular. Hal ini yang dikaji beberapa analis film tentang konteks penularan sosok It lewat transmisi seks, yaitu penularan penyakit dari hubungan seks seperti HIV dan semacamnya.

Bagaimanapun, jika sang sutradara terlalu definitif, berarti film tersebut gagal menyampaikan maksudnya. Representasi penonton yang beragam membuat film jauh lebih menarik. Mitchell pun enggan menjawab lebih jauh mengenai hal yang direpresentasikan sosok It.

Dilihat dari keterangan-keterangan di atas, sosok It dapat mewakili kewaspadaan sosial. Seks dalam film ini merupakan simbol kebebasan, perasaan yang mudah muncul saat kita takmemiliki hal yang diwaspadai layaknya tanggung jawab. Oleh karena itu, tokoh-tokoh utama dalam film ini pun anak-anak remaja akhir, golongan usia yang bisa bergerak bebas dan kerap melupakan konsekuensi.

Sosok It yang terus mengikuti membuat Jay terus waspada dan terus mencari jalan keluar, layaknya kita yang sedang diterjang mimpi buruk. Berhubungan seks dengan orang lain pun hanya menjadi pelepasan perasaan buruk dengan mengharapkan kepuasan, hal yang memberikan efek positif pada diri sendiri, tetapi bisa belum tentu orang lain merasakan hal yang sama.

Pada akhirnya, kebebasan, dalam konteks seks, bisa menjadi bencana tanpa memikirkan konsekuensi. Bebas pun harus tetap waspada, karena salah ambil jalan bisa menyebabkan kesengsaraan, bahkan kematian dini. It Follows ditutup dengan adegan Jay bergandengan tangan dengan Paul (Keir Gilchrist) yang terlihat lebih tenang, tetapi tetap waspada. Di belakang mereka, ada sosok yang mengikuti.

Infografik It Follows (2014): Seks Sebagai Medium Pelepasan Diri

Baca juga: Review Film The Old Guard: Keabadian yang Terbatas

Penulis: Muhammad Reza Fadillah
Penyunting: Anggino Tambunan