Her (2013): Riwayat Digital Bahan Memahami

0
283
Her (2013) secara tersirat menawarkan sebuah cara memahami manusia.

Upaya memahami seseorang dapat dilakukan dengan menarik informasi dari alam bawah sadar seseorang lewat berbagai metode mutakhir. Cara lainnya, yaitu dengan mendulang riwayat digital seseorang di dunia maya. Hal ini yang coba sebagian diartikulasikan Spike Jonze dalam karya menariknya, Her (2013).

Her berkisah tentang usaha manusia keluar dari kesepian dengan bantuan teknologi mutakhir. Ide ini sebenarnya dapat kita dapati pada film garapan Drake Doremus, Zoe (2018). Dalam film tersebut, dikisahkan penciptaan secara komersial sebuah robot yang pintar dan emosional untuk menggenapi kesepian orang-orang modern. Namun, Her secara menarik mampu memotret fenomena memahami seseorang melalui riwayat digital.  

Dikisahkan, Theodore (Joaquin Phoenix) yang taklagi muda kerap merasa bahwa takada seorang pun di lingkungan sosialnya yang mampu memahami dan mengerti dirinya. Termasuk istrinya yang akan bercerai dengannya dalam waktu dekat. Selain itu, ada pula adegan yang menyiratkan bahwa ibunya takpernah memberinya ruang untuk berunek-unek.

Theodore (Joaquin Phoenix) merasa sulit dipahami dalam film Her (2013)
Theodore (Joaquin Phoenix) merasa sulit dipahami dalam film Her (2013)

Paradoksnya, Theodore digambarkan sangat mampu memahami dan mengerti perasaan orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan pekerjaanya sebagai penulis surat yang menggantikan orang-orang yang takmampu mencurahkan sisi emosionalnya ke dalam tulisan. Theodore mampu merasakan segenap perasaan kliennya. Ia juga digambarkan sangat sentimentil dan sangat empati.

Suatu hari, muncul jalan keluar masalah dari pria yang tinggal di apartemen seorang diri ini. Ada iklan sistem operasi pintar buatan yang mampu menggenapi kesepiannya. Kemudian, ia mencoba aplikasi tersebut. Teman bersuara perempuan bernama Samantha (Scarlett Johanson) merupakan output dari sistem operasi buatan tersebut. Samantha siap menemani kesehariannya. Suara perempuan di ujung earphone tersebut mau mendengarkan semua keluh kesah Theodore yang takmungkin dilakukan tokoh lain.

Samantha takubahnya seorang psikolog yang mampu membedah sisi dalam Theodore. Dengan sikap yang tak menggarisbahwahi mana baik dan buruk, Samantha mampu membuat Theodore dengan lancar bercerita tentang kesendiriannya. Bahkan, Theodore taksungkan bercerita tentang hal-hal yang personal dengan Samantha.

Karena kemampuanya yang canggih dan permintaan pasar, Samantha akhirnya melayani ribuan pengguna. Satu hal yang membuat Samantha begitu ahli ditunjukkan dengan kemampuannnya membaca buku dalam hitungan detik. Selain itu, ia juga memiliki akses digital para penggunannya. Termasuk Theodore, Samantha memegang riwayat penelusuran, pesan masuk di email, dan informasi rekaman lisannya.

Theodore (Joaquin Phoenix) merasa sulit dipahami dalam film Her (2013)
Samantha (Scarlett Johansson) dapat memahami Theodore (Joaquin Phoenix) dalam film Her (2013)

Memahami Jejak Digital

Informasi yang masuk tersebut tentu dapat ditilik dan dipilah-pilah dari berbagai persoalan, mulai dari segi budaya, politik, ekonomi, gaya hidup, hingga orientasi seksual. Data yang masuk dapat digunakan untuk segala kepentingan. Dalam Her, perusahaan yang memproduksi sistem operasi buatan ini digambarkan tidak menggunakan data Theodore dan menjaga data pribadi penggunanya. Padahal, ada peluang menggunakannya untuk kebutuhan pemasaran atau jual beli informasi pengguna, misalnya.

Sudah umum bagi kita bahwa data yang kita unggah di laman atau aplikasi tertentu kemungkinan dapat digunakan untuk kepentingan berbagai pihak, mulai negara hingga perusahaan bisnis. Algoritma hanyalah contoh kecil. Kita kerap merasa dikepung dengan iklan sesuai kata kunci pencarian kita di media sosial. Teknik pemasaran seperti ini “menjebak” kita dengan minat kita untuk membelanjakan sesuatu atau berlama-lama berdunia maya.

Mesin pencarian cenderung jujur menggambarkan minat dan keinginan kita yang bersifat privat dan personal. Takaneh bila Samantha mampu menanggapi semua obrolan Theodore bahkan memahaminya dengan dalam. Namun, kemungkinan tersebut tidak dipikirkan Theodore sebab baginya kehadiran Samantha merupakan kebahagiaan yang besar dan ia takmemikirkan alasan mengapa Samantha sangat memahaminya.

Her secara tersirat menawarkan sebuah cara memahami manusia. Penggunaan internet juga produk kebudayaan. Riwayat pencarian juga dapat dijadikan bahan analisis atau cara mengkontruksi alam bawah sadar seseorang. Secara umum, karya Spike Jonze secara tersirat mengingatkan kita: informasi pribadi kita dapat rentan dipergunakan untuk berbagai kepentingan.

Sajian infografik film Her (2013) khusus dari ulasinema.

Baca juga: Review Film Joker (2019): Menumpu pada Joaquin Phoenix

Penulis: Anggino Tambunan
Penyunting: Muhammad Reza Fadillah