Portrait of a Lady on Fire (2019): Upaya Memahami Sesama

0
257
Portrait of a Lady on Fire (2019): Upaya Memahami Sesama

Mengetahui dan memahami orang lain ialah dua hal yang berbeda. Kita tidak pernah bisa memahami orang lain secara objektif dan sempurna. Rasa empati ialah salah satu bentuk usaha memahami. Hal ini yang dimuat dalam Portrait of a Lady on Fire.

Marianne, seorang pelukis muda berbakat, punya misi untuk “menjiplak” fisik Héloïse ke dalam kanvas untuk urusan perjodohan yang dipesan ibunya Héloïse. Lukisan tersebut akan dikirimkan ke calon suami Héloïse di negeri seberang. Namun, Héloïse selalu muram ketika dilukis dan kerap menghindar sehingga beberapa pelukis sebelumnya tidak berhasil melukis wajah Héloïse dalam keadaan tersenyum.

Marianne punya tenggat waktu beberapa hari untuk menyelesaikan lukisannya. Dengan kondisi tersebut, Marianne kerap bertanya pada pembantu keluarga Héloïse tentang serba-serbi kebiasaan Héloïse sebagai bentuk usaha mengetahui objek lukisannya. Namun, usahanya mengalami kesulitan. Marianne akhirnya mencuri kesempatan merekam lekuk tangan, bahu, dan paras Héloïse secara diam-diam. Sayangnya usaha tersebut tidak berhasil dan tidak melegakan hati Marianne sebab sensasinya seperti sedang mencuri: ia melukis tanpa izin dan kerelaan dari yang dilukis.

Titik terang muncul ketika keduanya mulai melepaskan jarak antara pelukis dan yang dilukis. Dengan pembantu perempuan yang masih dekat jarak umurnya, ketiganya menghabiskan hari-hari sebagai sahabat. Ketiganya mencari bunga di semak-semak, berjalan menyusuri pantai, dan larut dalam permainan kartu. Pada momen itu, terjadi sebuah proses tukar cerita dan terbuka jalan memahami satu sama lain. Marianne pelan-pelan mempelajari kepribadian Héloïse dan alasan-alasan keengganan dilukis.

Kemudian, setelah ada hubungan intens dan usaha memahami satu sama lain, Héloïse akhirnya merelakan tubuhnya dilukis secara sadar. Saat Marianne menatap bulat-bulat lekuk tubuh Héloïse yang tekun berpose, Héloïse tiba-tiba meminta Marianne menghampirinya dan memosisikan diri menjadi dirinya yang sedang ditatap pelukis. Sementara itu, Marianne merasakan pengalaman sensasi dilukis dan merasakan perasaan yang sedang dirasakan Héloïse.

Dari adegan tersebut, dapat ditarik soal bahwa proses memahami orang lain tidak dilakukan dengan mengobjekkan orang lain yang sedang dipahami. Seolah-olah orang lain adalah benda yang hanya dipahami dengan mengamatinya, hal-hal yang umum kita pahami di bidang sains. Dalam film ini, Marianne sebagai pelukis tidak mengobjekkan Héloïse, tetapi menempatkan Héloïse sebagai subjek.

Lebih lanjut, dalam memahami sesuatu pun kita tidak akan mampu memahami secara utuh, ada hal yang tidak tampak dan tidak mampu dipahami. Maka dari itu, biarkan yang taktampak tersingkap dan menunjukkan wujudnya. Contohnya adalah perasaan Héloïse yang tidak bisa digali hanya dari pertanyaan dan mengenal lama, seperti ketidakpahaman ibunya untuk memahaminya. Tingkah laku dan ucapan Héloïse merupakan hal yang menampakkan keadaan psikisnya.

Lambat laun Marianne ikut merasakan kemarahan yang selama ini disimpan oleh Héloïse. Meski ia tidak akan mungkin mengalami rasa yang dirasakan secara otentik oleh Héloïse, Marianne lambat laun dapat menangkap perasaan yang dirasakan oleh Héloïse selama ini. Dalam benaknya, Héloïse terbakar dengan segala rasa kekecewaan dan kemarahan yang dipendamnya sehingga hal tersebut yang membuatnya menjadi sosok yang dingin dan muram.

Marianne mampu memahami Héloïse, hal yang tidak dilakukan ibunya. Héloïse secara tidak sadar mulai meninggalkan pertahanannya dan membuka isi hatinya kepada Marianne yang baru ditemuinya beberapa hari. Héloïse juga berupaya memahami Marianne. Dalam proses saling memahami, keduanya menemukan rasa yang membuat mereka bingung. Keduanya menaksir bahwa luapan emosi yang mereka rasakan adalah cinta.

Melalui Portrait of a Lady on Fire, Céline Sciamma menggambarkan bahwa manusia sangat kompleks untuk dipahami. Selain itu, memahami orang lain tidaklah dengan menjadikannya objek, tetapi subjek yang dapat mengartikulasikan dirinya.

Infografik Portrait of a Lady on Fire (2019): Upaya Memahami Sesama oleh ulasinema

Baca juga: Rekomendasi Film Roman Bagian 3

Penulis: Anggino Tambunan
Penyunting: Muhammad Reza Fadillah