10 Film Terbaik 2018

0
786

Dari kemenangan Bohemian Rhapsody di Golden Globes hingga Green Book yang jadi film terbaik versi Oscar, anugerah film terbaik 2018 cukup unik. Walaupun tahun 2018 telah cukup lama berlalu, tidak ada salahnya kita tilik kembali siapa yang duduk di takhta film terbaik tahun lalu. Ini dia 10 film terbaik 2018 versi ulasinema.

10. Lazzaro Felice / “Happy as Lazzaro”

Lazzaro Felice merupakan film unik yang secara tiba-tiba membunuh penontonnya. Ketika para penonton diberikan kisah yang begitu realistis, Alice Rochwacher perlahan-lahan menanam benih-benih absurditas tanpa kita sadari. Ketika film ini mulai menunjukkan sisi fantasi kerasnya, ia masih memainkan unsur realisme keras sehingga kedua idealisme ini bertubrukkan dengan manis. Lazzaro seperti seorang Santo yang tidak bisa berdakwah, hanya menerima segala hal yang ia dapatkan dan membalasnya dengan kebaikan dan kerja keras.

9. Spider-Man: Into Spider-Verse

Saat banyak orang memuja betapa epiknya Avengers: Infinity War sebagai perwakilan film pahlawan super dan raja film animasi, Pixar, hanya membuat sekuel dari Incredibles, Spider-Man: Into Spider-Verse berhasil curi perhatian. Naskah gila film ini mungkin akan sulit diwujudkan sebagai film live action, apalagi di tengah ketatnya saga Marvel Cinematic Universe. Dengan mematikan tokoh Peter Parker, munculkan Spider-Man baru yang mencampuradukkan bermacam dimensi Film ini tampil dengan cerita super unik. Belum lagi terdapatnya animasi dengan gaya komik Amerika dan warna-warni liar yang sangat menawan untuk dilihat.

8. They Shall Not Grow Old

Setelah namanya surut karena kegagalan merangkai trilogi The Hobbits sesukses The Lord of the Rings, Peter Jackson tiba-tiba kembali dengan film dokumenter Perang Dunia I. Sejarah memang tak pernah tutup buku dan itulah yang ditampilkan dari They Shall Not Grow Old. Jackson diberikan kepercayaan oleh Imperial War Museum London untuk mengolah rekaman video sepanjang 100 jam dan rekaman audio 600 jam dari hasil wawancara para veteran perang Inggris. Banyak sekali sisi baru perang yang diungkap film ini, dari sisi indah dan sisi buruknya. Bahkan, sang sutradara mempermanis rekaman video hitam putih dengan memberikan warna yang membuat tampilannya semakin manis.

7. Eighth Grade

Sekitar tahun 1990-an hingga tahun 2000-an, film sekolah bukanlah sesuatu yang asing di dunia sinema. Sejak awal tahun 2010-an, film-film seperti ini jumlahnya semakin sedikit. Apalagi yang ingin ditampilkan dalam film sekolah selain kebodohan-kebodohan siswa serta cinta monyet? Eighth Grade menjawabnya dengan lugas. Kayla (Elsie Fisher) siswa kelas delapan SMP kesulitan menghadapi masa awal remaja. Walau aktif mengunggah video blog, Kayla justru hampir tak memiliki teman sama sekali. Selain itu, tak adanya sosok ibu membuat sang ayah kesulitan mengatur anak semata wayangnya. Bahasan tentang pendewasaan pada masa awal remaja seperti ini agak langka dan Elsie Fisher berhasil tampil apik untuk jadi inspirasi lewat karakter unik yang ia perankan.

6. The Favourite

Ratu Anne merupakan ratu kerajaan Inggris dengan kisah yang unik. Saat Inggris sedang berperang dengan Perancis, ia malah tak tertarik memerintah negaranya. Kondisi fisik serta jiwanya yang lemah membuat ia secara tak resmi menyerahkan masalah pemerintahan ke tangan Sarah Churchill. Sarah bukan hanya sekadar wanita kepercayaan ratu, melainkan juga kekasih gelap ratu. Kedatangan Abigail Hill, wanita muda yang awalnya pelayan Sarah, justru menggulingkan posisi Sarah dan merebut hati ratu Anne. Menemukan sejarah seunik ini saja sudah menarik, mengimplementasikannya ke layar lebar jadi tugas berat bagi Yorgos Lanthimos. Film ini fokus pada pertarungan karakter hingga aktinghebat Olivia Colman, Rachel Weisz dan Emma Stone. Artistik juara dalam film ini pun membuat The Favourite tampil spektakuler.

5. 未来のミライ / “Mirai”

MV5BM2Y0YmU4MzMtNGU2Zi00ZmIwLWFjMjEtYjc3YTVkYjM4YWM2XkEyXkFqcGdeQXVyNTc5OTMwOTQ@._V1_

Pernahkah terbesit dalam pikiran Anda, bagaimana bentuk cerita tentang pendewasaan anak-anak? Mirai mengajak kita menggali hal itu. Kun, anak lelaki berusia 4 tahun, antusias menyambut kelahiran adiknya yang diberi nama Mirai, artinya masa depan. Mirai tiba, Kun justru cemburu karena perhatian orangtuanya justru tersita pada adiknya. Kun pun banyak habiskan waktu sendiri dan terbang bersama imajinasinya, yang justru mempertemukan dirinya pada sosok Mirai remaja. Dari sanalah Kun belajar untuk mencintai adiknya dan menerima takdirnya sebagai kakak Mirai. Menyaksikan film ini membuat kita seperti anak-anak lagi, menyadari adanya sifat-sifat tertentu yang dimiliki anak-anak yang kadang luput di mata orang dewasa.

4. A Star Is Born

10 Film Terbaik 2018 ulasinema - A Star Is Born

Bradley Cooper pertama kali menyutradarai film; Lady Gaga menjajal dirinya jadi aktris layar lebar untuk film yang sudah didaur ulang sebanyak tiga kali. Di tengah banyaknya tantangan membuat film ini, unsur magislah yang bisa membuat A Star Is Born jadi unggulan. Mungkin, bisa dibilang naskah film ini gabungan dari ketiga film A Star Is Born sebelumnya (yang rilis 1937; 1954; dan 1976) ditambah Crazy Heart (2009). Adu akting serta ikatan manis Cooper dan Gaga dalam film ini dilengkapi dengan musik-musik ajib yang mereka tampilkan. A Star Is Born merupakan pertumpahan darah seorang bintang untuk capai puncak dan jatuh dari tempat tertinggi.

3. 버닝 / “Burning”

10 Film Terbaik 2018 ulasinema - Burning

Baru lulus kuliah, Lee justru harus urus peternakan serta perkebunan ayahnya di desa. Pun ayahnya terancam dipenjara. Sedang berkelana di kota, Lee temui teman semasa kecilnya, Shin. Shin meminta Lee merawat kucingnya karena ia akan pergi ke Afrika. Pulang dari Afrika, Shin justru dekat dengan Ben, orang kaya yang tak jelas pekerjaannya apa di mata Lee. Cemburu dengan ikatan Ben dan Shin, pada Ben, Lee ungkap bahwa ia mencintai Shin. Sejak kejadian aneh di rumah Lee, Shin menghilang dan Lee memata-matai Ben. Dari situlah bentuk cemburu Lee pada Ben berubah.

Burning merupakan cerita epik yang terpusat pada tokoh Lee. Penonton sangat diarahkan pada sudut pandang Lee sehingga menghilangnya Shin dan misteri sosok Ben sangat terasa. Terasa seperti film cinta dan persahabatan, film ini keras akan metafora yang harus kita cermati. Sutradara Lee Chang-dong berhasil menipu kita lewat alur misterius yang spektakuler.

2. 万引き家族 / “Shoplifters”

10 Film Terbaik 2018 ulasinema - Shoplifters

Pulang mencuri di sebuah toko, Osamu dan Shota temui Yuri, anak wanita balita yang terbengkalai di depan rumahnya. Tak tega karena cuaca sangat dingin dan akan turun salju, mereka pun membawa pulang anak tersebut. Bersama istrinya, Nobuya, Osamu awalnya ingin memulangkan Yuri, tetapi keadaan kedua orangtua anak tersebut membuat Osamu dan Nobuyo memutuskan untuk merawat Yuri. Osamu mulai ajarkan Yuri teknik mencuri, tetapi Shota enggan menerimanya. Osamu pun meminta Shota untuk terima dirinya sebagai ayahnya dan terima Yuri sebagai adiknya.

Membelah Shoplifters rasanya tak adil tanpa membelah setiap karakter dalam “keluarga pencuri” tersebut. Film ini mengingatkan kita bahwa di tengah dinginnya kondisi sosial daerah perkotaan, keluarga seharusnya tetap dapat hangatkan kita. Apalagi, definisi keluarga sebagai ikatan hubungan darah pun dipertanyakan dalam film ini. Shoplifters: drama hangat keluarga serta film berjiwa kuat yang memiliki napasnya tersendiri.

1. Roma

10 Film Terbaik 2018 ulasinema - Roma

Sebagai seorang pembantu rumah tangga, Cleo terbawa ke dalam pekerjaannya. Ia menganggap anak-anak dari majikannya, Sofía seperti anaknya tersendiri. Ruang dirinya sebagai pribadi yang terpisah dari keluarga amatlah terbatas. Dari keterbatasan tersebut, Cleo menjalin cinta dengan Fermín, lelaki yang diperkenalkan oleh teman Cleo. Selepas memberi tahu bahwa dirinya hamil, Cleo justru ditinggalkan Fermín yang menghilang entah ke mana. Dari sinilah Cleo mulai melihat dirinya terlepas dari entitasnya sebagai pembantu keluarga. Menjadikan Cleo sebagai pribadi yang bisa mendefinisikan dirinya sendiri.

Alfonso Cuarón mencoba menguras memorinya, mengenangnya kembali, dan mengajak kita melihat sisi lain dari kehidupan. Lewat warna hitam putih dan posisi kamera yang bergerak ke kanan dan ke kiri, penonton diajak ke dalam kenangan sang sutradara. Saat bernostalgia inilah, kita hanya bisa menjadi pemirsa yang hanya bisa merasakan indah dan perihnya ingatan. Saking hidupnya suasana Roma, kita seakan bisa rasakan setiap semilir angin dan hangatnya sinar matahari dalam film. Sebab keunggulannya, Roma menjadi film terbaik 2018 versi ulasinema.

Tulisan ini telah melalui proses sunting ulang pada tanggal 20 Desember 2019.

Baca juga: 10 Film Terbaik 2019

Penulis: Muhammad Reza Fadillah
Penyunting: Anggino Tambunan
Sumber Gambar: IMDb.com