Steven Spielberg kembali mengungkap keberadaan alien dalam film Disclosure Day (2026). Kini, ia menggaet duet Emily Blunt dan Josh O’Connor yang punya keterikatan dengan makhluk ekstraterestrial dan ingin mengungkap keberadaan alien ke khalayak. Kisahnya pun berusaha supersibuk sebelum pengungkapan besarnya.
Spielberg dengan alien rasanya sudah tidak asing, berkali-kali filmnya membahas tentang hubungan manusia dengan makhluk ekstraterestrial. Mulai dari yang misterius dalam Close Encounters of the Third Kind (1977), koneksi emosional antara anak dan alien dalam E.T. (1982), hingga pengalaman kiamat dalam daur ulang War of the Worlds (2005). Kini untuk keempat kalinya, ia kembali mengemulasi ulang pengungkapan hubungan manusia dengan makhluk ekstraterestrial ini.
Kisahnya tentang seorang teknisi keamanan bernama Daniel Kellner (O’Connor) yang sedang dikejar oleh perusahaannya karena membawa rahasia perusahaan. Ia pun berencana mengungkapnya ke publik melalui media massa. Di lain tempat, kita diperkenalkan dengan Margaret Fairchild (Emily Blunt), wartawan laporan cuaca yang tiba-tiba bisa berbagai bahasa setelah bertemu dengan burung kardinal yang masuk ke apartemennya.
Saat tampil di depan televisi, Margaret berbicara dengan bahasa yang takdikenal. Melihat siaran tersebut, Daniel ternyata bisa menangkap bahasa Margaret dan mentransliterasinya jadi perhitungan matematika. Semuanya terjadi saat mereka terus dikejar-kejar oleh Noah Scanlon (Colin Firth), pimpinan perusahaan Wardex yang memegang semua rahasia tentang alien yang hendak dibuka oleh Daniel.
Buat akhiran yang sebenarnya sudah hampir kita ketahui, film ini sangat berhati-hati dalam mengungkap rahasianya. Daripada asik bermisteri, hal utama yang lebih terasa dalam film ini justru kejar-kejaran bak agen rahasianya. Dalam hal ini, ada beberapa adegan yang sebenarnya lemah, tetapi ada juga adegan yang sangat kuat.
Di beberapa adegan, kita bisa melihat saat Margaret bisa menerobos barisan lawan yang bersenjata hanya dengan menggunakan kemampuannya membaca pikiran. Untuk pasukan elit, mereka terasa lemah dan hampir takpunya pertahanan saat Margaret menyampaikan hal paling emosional dari lawan-lawannya. Beberapa kali pun Scanlon menyerah dalam pengejaran sehingga mempersulit dirinya sendiri yang harus mengejar Margaret & Daniel.
Adegan paling menarik dari kejar-kejaran ini mungkin saat mobil Margaret & Daniel tersapu oleh kereta dan mereka mencoba menyelamatkan diri agar tak tertabrak kereta lainnya dari arah berlawanan. Aksi seperti ini rasanya baru saya temui di film-film laga. Sisanya, sebenarnya punya sedikit percikan, tetapi kurang matang untuk kesatuan cerita.
Repetisi dari Close Encounters?
Spielberg telah berkali-kali mempertemukan manusia dengan alien buat pertama kalinya. Pengungkapan perlahan-lahan sampai kita bertemu makhluk takdikenal dengan hati-hati membuat Disclosure Day serupa dengan Close Encounters of the Third Kind. Bagaimanapun, keduanya punya tempo film yang sangat berbeda.
Buat saya sendiri, Close Encounters terasa lambat dan hampa. Namun, kehati-hatian tersebut mungkin diperlukan agar pertemuan nyata dengan alien terasa lebih spesial. Di lain sisi, Disclosure Day punya banyak subplot, tetapi enggan terburu-buru dalam mengungkap misteri di plot utamanya. Film ini banyak memasukkan ruwetan-ruwetan yang terasa tidak esensial. Walhasil, selama dua jam awal terlewat begitu saja tanpa ada hal-hal berkesan.
Sebenarnya, ada proposisi mengenai ketuhanan yang mungkin jadi hal baru yang ditawarkan Spielberg dan penulis skenario David Koepp di sini. Kehadiran sosok Daniel & Margaret terasa seperti nabi dan kedatangan alien seperti Kedatangan Kedua Yesus, saat banyak manusia menentang dan ada juga yang menyembah. Hal ini bisa menjadi jauh lebih menarik jika penyampaiannya lebih terang-terangan.
Jika disimplifikasi lagi, sebenarnya tiada hal baru yang ditawarkan oleh Disclosure Day ketimbang Close Encounters of the Third Kind. Belum lagi, pengungkapannya di stasiun televisi terasa ketinggalan zaman. Namun, bagian terakhirnya terasa sangat solid. Saat Blunt berbicara dengan berbagai klip alien diungkap, kita seperti mendapatkan pencerahan dan hanya bisa tertegun serta terpikat dengan cara paling unik.

Baca juga: Review Film The Fabelmans (2022) – Menyelami Masa Muda Spielberg


















