Auteur: Membuat Wes Anderson Menjadi “Wes Anderson”

0
301
Auteur: Membuat Wes Anderson Menjadi

Teknik pengambilan gambar simetris, adegan gerak lambat, warna pastel, kostum eksentrik, dan desain latar tematik: Jika anda melihat gabungan dari beberapa elemen tersebut dalam sebuah film, hampir dipastikan anda sedang menonton sebuah film arahan Wes Anderson.

Suka atau tidak, Wesley Wales Anderson adalah salah satu sutradara independen dengan gaya paling khas dalam dunia film hingga saat ini.  Karya-karya dengan keunikan tema serta estetika visual ala Wes Anderson akan dengan mudah dikenali. Kebiasaannya yang suka menulis sendiri naskah yang ia sutradarai juga membuat beberapa kritikus menyebutnya sebagai seorang auteur.

Teori auteur menganggap sutradara adalah orang yang memberikan lampu hijau pada setiap detail proses kreatif. Istilah tersebut diambil dari bahasa Perancis yang berarti penulis (author). Seorang auteur sejati akan memastikan bahwa sebuah film akan selesai dengan visi yang dia inginkan.

Sampai saat ini, Wes Anderson telah melahirkan sembilan buah film dan selalu meninggalkan ciri khasnya pada setiap film yang ia produksi. Berikut adalah sisi yang menunjukkan ke-auteur-an seorang Wes Anderson.

Isu keluarga
Sejak debutnya dengan Bottle Rocket (1996), Anderson sudah membawakan beberapa genre mulai dari drama sampai petualangan. Meskipun begitu, film-film Anderson biasanya berkisah tentang tokoh yang memiliki latar belakang dengan isu keluarga, persaingan saudara, dan pertemanan yang tidak biasa.

royeltenenbaumscover-1200x519
Keluarga Tenenbaums dalam The Royal Tenenbaums (2001)

Seperti yang terjadi dalam The Royal Tenenbaums (2001), Mr. Tenenbaum (Gene Hackman) harus berpura-pura sakit demi mengambil kembali hati anggota keluarganya yang terpecah karena kesalahan masa lalunya. Tema ini juga dibahas pada film animasi gerak-henti, Fantastic Mr. Fox (2009). Bercerita tentang kisah hidup Mr. Fox (George Clooney) yang lebih percaya terhadap keponakannya untuk ikut serta dalam misi perampokan dan membuat anak kandungnya sendiri merasa diasingkan.

Tokoh yang sedang jatuh cinta
Hampir dalam setiap film yang pernah ada selalu menghadirkan kisah percintaan antartokohnya, tetapi Wes Anderson punya cara tersendiri untuk menunjukkannya. Salah satu filmnya menyuguhkan kisah percintaan dengan cara yang tidak biasa adalah Rushmore (1998). Film ini mengisahkan tentang Max Fischer (Jason Schwartzman), seorang murid sekolah yang memiliki masalah akademik. Uniknya, Max justru jatuh cinta pada gurunya, Mrs. Cross (Oliva Williams), perasaan yang tak lazim antara murid kepada gurunya.

Kemudian dalam film The Royal Tenenbaums, Richie Tenenbaum (Luke Wilson) jatuh cinta pada saudara perempuannya, Margot Tenenbaum (Gwyneth Paltrow). Memang aneh, tetapi alasan Richie mewajarkannya, yaitu karena Margot seorang anak adopsi. Namun, Margot ingin merahasiakan hubungan mereka karena selain sudah bersuami, Margot juga berselingkuh dengan kawan baik Richie, Eli Cash (Owen Wilson).

moonrise-kingdom
Jared Gilman dan Kara Hayward dalam Moonrise Kingdom (2012)

Terakhir ada dalam Moonrise Kingdom (2012). Film ini bercerita tentang Sam Shakusky (Jared Gilman) dan Suzy Bishop (Kara Hayward). Sepasang anak umur 12 tahun itu saling mencintai dan memutuskan untuk melarikan diri bersama-sama.

Simetris dan gerak lambat
Wes Anderson sering menggunakan symmetrical framing untuk beberapa adegan dalam setiap filmnya (kecuali Bottle Rocket). Teknik ini diterapkan dengan menempatkan tokoh tepat berada di tengah set, lalu, sang tokoh diambil gambarnya tepat di tengah tembakan lensa kamera.

o
Kesimetrisan pengambilan gambar dalam film-film Wes Anderson.

Sejak The Royal Tenenbaums, Wes Anderson gemar memunculkan adegan dengan gerak lambat. Teknik gerak lambat ini biasanya ditempatkan pada bagian akhir atau beberapa adegan penting untuk memberi penekanan dan kesan tertentu. Seperti yang terdapat pada bagian akhir The Life Aquatic with Steve Zissou (2004) atau adegan mengejar kereta dalam The Darjeeling Limited (2007).

Baca juga: Isle of Dogs (2018): Hasrat Mengatur Alam

Tanpa diragukan lagi, Wes Anderson merupakan seorang sutradara yang punya karakteristik kuat. Walau belum menjadi sesepuh, tetapi dampak yang dihasilkan dari karya-karyanya telah membawa tren baru takhanya untuk dunia film saja. Dunia fotografi, busana, hingga arsitektur terkena imbas ide kreatifnya.

wes

Film terakhir keluarannya merupakan film gerak-henti yang berjudul Isle of Dogs (2018), dan dikabarkan dirinya sedang mengambil gambar untuk film selanjutnya. Film yang sedang dalam tahap produksi itu berjudul The French Dispatch dan belum ada tanggal tayang pastinya kapan.

Artikel ini pertama kali diterbitkan di majalah MAMAN dengan judul “Auteur dan yang Membuat Wes Anderson Menjadi “Wes Anderson””

Penulis : Wildanello
Penyunting : Muhammad Reza Fadillah
Sumber Gambar : IMDb.com dan Pinterest.com