Review Film Marriage Story (2019): Surat Cinta Baumbach Terhadap Perceraian

0
797
Review Film Marriage Story (2019): Surat Cinta Baumbach Terhadap Perceraian

Marriage Story membahas tentang perceraian, tema yang sebenarnya sudah cukup sering dibahas. Dengan tema yang biasa ini, bukan berarti film ini biasa saja. Kemahiran Noah Baumbach menyutradarai film ini serta duet Scarlett Johansson dan Adam Driver menjadi kunci.

Dalam sedekade terakhir, kita sudah disuguhkan beberapa film tentang perceraian yang kualitasnya memang di atas rata-rata. Misal, komedi-roman Crazy, Stupid, Love. (2011) yang filmnya cukup enteng, tetapi muatan film ini cukup menarik. Jika melihat ke daratan Timur Tengah, ada dua film hebat, yaitu A Separation (2011) dan Gett: The Trial of Viviane Ansalem (2014). Keduanya memberikan pandangan rumit tentang bagaimana perceraian yang terjadi di daerah sana.

Bahkan, bagi Baumbach sendiri, tema perceraian bukanlah hal baru baginya. Dalam filmnya The Squid and the Whale (2005), ia sedikit curhat mengenai masa lalunya tentang kompleksitas anak ketika menghadapi perceraian orang tua. Kali ini, Baumbach yang telah menikah dua kali dan cerai sekali, ingin curhat mengenai pengalamannya dalam hal ini. Lalu, apa yang ingin ditawarkan Baumbach dalam Marriage Story?

Film ini dibuka dengan mediasi Charlie (Adam Driver) dan Nicole (Scarlett Johansson). Nicole melihat mediasi tersebut tidak berguna karena ia telah teguh dengan keinginannya bercerai. Sementara itu, Charlie masih melihat adanya peluang pernikahan mereka bisa diselamatkan sebab ia tidak tahu secara konkret hal yang membuat Nicole ingin bercerai.

Keadaan menjadi rumit ketika keinginan cerai Nicole jelas, ia merasa kariernya terkekang oleh Charlie. Charlie ingin teruskan kesuksesannya sebagai sutradara teater, Nicole ingin kembali ke Los Angeles untuk kembali menjadi aktris di tanah kelahirannya. Hal yang paling membuat rumit, yaitu bagaimana mereka membagi hak asuh Henry (Azhy Robertson).

Sejak adegan awal sudah terlihat perbedaan gaya Baumbach. Sutradara yang biasanya mengambil gambar dengan pergerakan kamera yang statis ini meninggalkan pakemnya. Beberapa kali tembakan gambar mengikuti gerakan para pemain.

Selain perbedaan gaya tangkap kamera, kali ini Baumbach menghargai setiap detik adegan yang ditayangkan. Tidak ada transisi yang terburu-buru seperti dalam beberapa film sineas tersebut dalam kurun waktu sedekade terakhir. Tujuan dua hal teknis di atas jelas: mengajak penonton melihat hingga merasa apa yang dirasa pemeran utama, yakni Charlie dan Nicole.

Baumbach tidak mencoba membuat perceraian yang fantastis, tetapi ingin membuatnya serealistis mungkin. Dari awal, diterangkan bahwa Charlie dan Nicole memang ingin perceraian yang biasa saja. Namun, kejadian hidup yang sarat emosi layaknya perceraian tentu bukan hal sepele. Keinginan pasangan ini menjalani perceraian yang biasa saja seperti halnya bom waktu yang siap meledak.

Ia pun memberikan pandangan objektif dari kedua karakter. Kita bisa merasakan kekesalan Nicole terhadap Charlie dan sebaliknya, lalu membunuh penonton dengan perasaan miris saat kedua pasangan ini harus menghadapi sendiri. Saat kedua karakter ini dipertemukan, di sanalah bom meledak.

Adam Driver dan Scarlett Johansson dalam Marriage Story

Ada naik-turun emosi setiap adegan yang dirancang dengan lihai oleh Baumbach. Penonton diberi waktu untuk meredakan ledakan emosi yang tidak hanya terjadi sekali. Ada juga pengemasan adegan yang begitu baik, memanfaatkan hal-hal kecil untuk menjadi kejadian yang sarat makna.

Menjadi pusat dalam film yang begitu emosional, begitu hebat menaikkan, dan menurunkan emosinya, Scarlett Johansson dan Adam Driver memberikan performa terbaik sepanjang hidupnya. Cara mereka menikmati setiap adegan menahan tangis, lalu harus menjaga emosi ketika telah menangis, merupakan keindahan utama dalam film ini. Johansson sangat sempurna menjadi Nicole, ia memberikan pandangan jelas saat tokoh ini bingung apa yang harus ia perbuat dan saat dirinya menjadi wanita yang memiliki rasa empati besar.

Driver fantastis dalam setiap diamnya, setiap keraguannya, setiap ketegasannya, hingga ledak tangisannya begitu hebat ia mainkan. Jika tahun ini banyak yang prediksi Joker yang diperankan Joaquin Phoenix akan gaet aktor utama terbaik Oscar, maaf, Adam Driver lebih layak. Alunan emosi Driver sebagai Charlie dalam Marriage Story sangat apik, sangat fantastis. Kepiawaian duet hebat Johansson dan Driver tentu tidak terlepas dari penyutradaraan hebat Baumbach. Terlihat ia menulis karakter ini dengan sangat kuat dan memberikan instruksi yang jelas tentang emosi apa yang harus dikeluarkan karakternya.

Marriage Story memberikan pengalaman perceraian yang begitu mudah diterima dan menusuk untuk menghantui penontonnya. Baumbach membuat tokoh Charlie dan Nicole bernapas, lalu Driver dan Johansson dengan manis menghidupkannya. Jika film ini bukan film terbaik tahun ini, pastinya Marriage Story merupakan film yang paling hidup tahun ini.

Infografis Film Marriage Story (2019)

Penulis: Muhammad Reza Fadillah
Penyunting: Anggino Tambunan