Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017) – Jack Sparrow Makin Tertatih-Tatih

0
1355
Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017) – Jack Sparrow Makin Tertatih-Tatih

Kisah kelima dari saga Pirates of the Caribbean ini benar-benar kacau. Hal tersebut dapat dilihat dari plot yang berulang dan akting Johnny Depp yang semakin ngaco. Mungkin sudah saatnya Kapten Jack Sparrow menutup lembaran petualangannya.

Kembali pada 14 tahun lalu, saat Jack Sparrow (Johnny Depp) berusaha merebut kembali kapalnya, Black Pearl, dari genggaman Barbossa (Geoffrey Rush). Jack yang dikhianati Barbossa dan awak kapalnya berlayar kembali bersama Will Turner (Orlando Bloom) untuk menyelamatkan Elizabeth Swan (Keira Knightley), gadis yang dicintai Will. Elizabeth berada di kapal itu lantaran memiliki koin emas Aztec yang dibutuhkan Barbossa untuk menghilangkan kutukan-nya.

Kesuksesan film pertama ini bukan hanya dari segi komersil saja, melainkan juga pujian sebagian kritikus. Walaupun ada beberapa koinsiden yang terlalu dibuat-buat, seperti Jack yang tiba-tiba masuk ke toko Will dan ternyata masih berhubungan dengan Elizabeth, tetapi hal itu bisa ditutupi dengan suasana seru dari petualangan Jack ini. Apalagi akting Johnny Depp yang fantastis dapat memberikan sudut pandang baru yang menyenangkan pada film bajak laut.

Curse of the Black Pearl sukses menelurkan dua sekuelnya, Dead Man’s Chest (2006) dan At World’s End (2007). Kedua sekuel tersebut juga sukses besar secara komersil, tetapi tidak begitu baik dalam segi penceritaan. Karakter yang kuat pada tokoh utama film pertama memaksa kedua sekuel ini harus dibuatkan berbagai macam koinsiden agar cerita menjadi nyambung. Lihat saja plot utama yang menjadikan Will Turner sebagai anak Bill Turner, awak kapal Davy Jones. Will ingin menyelamatkan ayahnya dari kutukan Davy Jones, sementara Jack menginginkan kutukan Davy Jones, keabadian.

Setelah trilogi tersebut, tirai seri Pirates hampir ditutup. Akhiran film At World’s End sebagai penutup trilogi dapat dikatakan epik dan membuat penonton puas meski banyak meninggalkan noda buruk pada plot. Akan tetapi, Disney selaku rumah produksi sepertinya masih haus akan uang. Lahirlah, On Stranger Tides pada tahun 2011.

Seri keempat film ini sangat ambisius: anggarannya mencapai 378,5 juta dolar merupakan anggaran film terbesar sepanjang masa. Bahkan, Johnny Depp sendiri dibayar hingga 50 juta dolar, juga merupakan  bayaran termahal untuk seorang aktor. Hampir seluruh segi filmnya pun didaur ulang; sutradara baru, cerita baru yang menghasilkan beberapa karakter baru. Will Turner dan Elizabeth Swan tidak ditampilkan, lalu dimunculkannya karakter baru seperti Blackbeard (Ian McShane) dan Angelica (Penélope Cruz).

Keputusan Disney untuk membuat trilogi Pirates yang baru rasanya masih sulit. On Stranger Tides walaupun cukup menghibur, masih jauh dari kesuksesan Black Pearl. Apalagi, plotnya pun ternyata masih mengandung hal yang sama: mencari air terjun keabadian.

Rencana film kelima yang sepertinya tertatih-tatih itu pun akhirnya terlaksana juga. Film kelima Pirates yang direncanakan untuk tayang pada musim panas 2016 baru terwujud pada bulan Mei 2017. Pemilihan perannya cukup menjanjikan, nama sekaliber Javier Bardem menjadi antagonis utama cerita.

Akankah film kelima ini terlepas dari bayang-bayang pendahulunya? Nyatanya tidak. Rencana trilogi baru Pirates diingkari Disney, dengan memasukan kembali beberapa karakter yang sebelumnya ingin dimatikan. Dari segi plot tidak berbeda jauh dari pendahulunya. Anak dari Will Turner ingin melepaskan kutukan Will dengan mencari trisula Poseidon. Terdengar familiar? Tentu saja trisula tersebut tidak dapat dicari, dan orang yang ingin mencarinya, yaitu anak Hector Barbossa. Lagi-lagi, penuh koinsiden.

Pada segi akting, Depp yang pernah dinominasikan Oscar pada Black Pearl seakan terlupakan pada film ini. Pada adegan awal ketika ia kejar-kejaran misalnya, artikulasi dialognya hampir tidak bisa didengar. Gestur badannya pun sangat kaku dan terkesan dibuat-buat.

Lalu, apa peranan Jack Sparrow pada film ini? Tidak ada. Jack di sini hanya menjadi pengganggu saja. Hal tersebut tidak terbantahkan, peranan Bardem sebagai Salazar sebenarnya hanya ingin membunuh Jack. Salazar sendiri sebenarnya tidak terlihat tertarik pada trisula Poseidon yang bisa melepaskan kutukan yang ia dapat dari Jack. Kutukan Salazar hampir sama jenisnya dengan Barbossa dulu, tidak bisa mati atau abadi untuk disiksa agar hanya bisa keluar pada malam hari.

Penonton rasanya hampir lupa bagaimana trilogi pertama mampu menciptakan karakter dengan ego masing-masing yang cukup kuat. Lalu, para karakter tersebut diadu untuk mencapai tujuan yang sama. Sayangnya, Dead Men Tell No Tales sangat jauh dari hal itu. Semua karakter dalam film ini hanyalah pemanis, bukan menjadi perisa utama yang menentukan bagaimana rasa atau bentuk film ini. Belum lagi akting mereka yang buruk, nama seperti Bardem, Rush, dan Depp rasanya terlupakan bahwa mereka pernah menyicipi Oscar.

Mungkin melihat keusangan ini, Disney harus berhenti mengelabui penonton dengan menjajakan kemasan yang baru, tetapi isinya masih sama. Pirates sejatinya diingat dengan kecerdikannya menempatkan cerita gelap bajak laut menjadi sesuatu yang menyenangkan dan inspiratif tanpa menghilangkan rasa gelap itu sendiri. Satu film lagi cukup untuk menutup lembaran kisah Jack Sparrow.

Penulis        : Muhammad Reza Fadillah
Penyunting : Anggino Tambunan
Sumber gambar fitur : imdb.com